The way Agus simply sees the world spatially

Sharkofagus [shark of Agus]

Mengapa aku menggunakan nama sharkofagus sebagai alamat rumah baruku? Sebenarnya simpel aja alasannya. Biar kedengaran gagah dan memberikan kesan seram karena kata tersebut mirip dan homofon dengan sarkofagus atau sarcophagus dalam Bahasa Inggris. Menurut pelajaran sejarah dunia pada saat SMA dulu, sarkofagus berarti peti mati yang terbuat dari batu. Secara etimologis sarchopagus berasal dari Bahasa Yunani, sarx dan phagein yang berarti daging dan memakan, atau bila digabung berarti pemakan daging sejalan dengan kepercayaan pada masa itu yang menganggap peti inilah yang memakan jasad orang mati yang ditaruh di dalamnya sehingga hancur dan hilang. Pada jaman Mesir kuno, sarkofagus hanya digunakan untuk menyimpan mummi raja-raja. Tentunya, bukan karena digunakan oleh raja tersebut yang membuatku tertarik untuk menggunakan plesetannya sebagai alamat rumah baruku. Ada alasan lain yang lebih penting daripada hal itu.

Pertama, menurut beberapa pengajian yang pernah aku ikuti, salah satu orang yang paling beruntung adalah orang yang ingat akan mati dan menggunakan waktunya sebelum hal itu datang untuk melakukan amal perbuatan yang berguna dan bermanfaat. Karena sarkofagus berkonotasi dekat dengan hal tersebut, besar harapanku rumah ini selalu mengingatkanku untuk selalu dan terus melakukan hal-hal yang berguna dan bermanfaat.

Kedua, sharkofagus dapat diuraikan menjadi tiga kata Bahasa Inggris yaitu shark, of, dan agus atau shark of Agus. Dari ketiga kata tersebut, dua kata terakhir sudah jelas merefer ke mana sehingga tidak perlu dibahas lagi. Sedangkan kata pertama merupakan fragmen yang paling menarik dalam gabungan kata ini karena mempunyai beberapa arti. Shark umumnya diartikan sebagai hiu, suatu jenis ikan ganas yang hidup di laut dalam. Hiu secara scientific ditemukan telah ada sejak 400 juta tahun yang lalu, jauh sebelum vertebrata daratan ada[1]. Terdapat beberapa jenis hiu yang penciumannya sangat tajam sehingga dapat membaui tetes darah mangsanya walaupun hanya sebesar 1 ppm di tengah air laut dari jarak seperempat mil[2]. Sistem penglihatan hiu juga dipercaya sangat peka dan dapat berakomodasi dengan baik di lingkungan laut dalam yang gelap. Pendengaran hiu sangat sensitif dan mampu menangkap suara dengan frekuensi yang sangat rendah. Indera-indera tersebut didukung oleh electro sensitivity yang mampu membedakan tekanan air laut di sekitarnya, baik yang disebabkan oleh gerakan makhluk lain di sekitarnya. Sensitivitas indera tersebut menjadikan hiu sebagai salah satu spesies yang superior di lautan. Selain itu, menurut aplikasi kamus WordWeb Pro 5.02, selain berarti hiu, shark juga dapat diartikan sebagai seseorang yang mempunyai skill dan keahlian khusus. Sayangnya, selain arti yang positif tersebut, shark juga dapat diartikan sebagai orang yang kasar, serakah, dan tidak jujur.

Dualisme arti tersebut harus dipandang sebagai suatu kombinasi antara putih dan hitam, angel and demon, atau pun Dr. Jekyll dan Mr. Hyde. Suatu komposisi yang secara alamiah terdapat pada setiap manusia, sisi baik dan sisi buruk, yang membuatnya menjadi makhluk paling sempurna di sisi Tuhan. Terserah si manusia bagaimana menggunakan kesempurnaan tersebut, untuk menuju kemuliaan dengan memanfaatkan koin putihnya ataupun ke kenistaan dengan mengikuti Mr. Hyde-nya.

Oya, hampir lupa … credit for header image: Ki Udel. Thanks bro!

Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style) Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)

  1. http://en.wikipedia.org/wiki/Shark []
  2. http://www.thenakedscientists.com/HTML/content/questions/question/2110/ []
  • Share/Bookmark

Sorry, no related posts but you might be interested to these posts


Tagged as:

Comments

Trackbacks

There are no trackbacks


Quote selected text

 

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes