How spatial are you?
Pagi ini saat aku menikmati rutinitas macetnya jalan tol Jagorawi tanpa sengaja pandangan mataku terbentur pada sebuah slogan yang tertulis di badan bus jemputan Bakosurtanal. Bunyinya adalah: “Be spatial“. Sebenarnya slogan ini sudah dicetuskan oleh Bakosurtanal beberapa tahun yang lalu, dan sebenarnya aku pun sudah tahu jauh sebelum pagi ini. Namun entah mengapa aku justru baru kali ini merasa tertarik.
Saat pertama kali mendengar atau melihat slogan itu, aku paham sekali maksud yang dikandung oleh dua kata sederhana itu. Data spasial adalah data yang spesial. Setiap aktivitas manusia pasti dapat dikorelasikan dengan ruang, lokasi, dan waktu. Sebagian besar data yang ada pasti mempunyai komponen lokasi di dalamnya. Logikanya, apabila data spasial dapat dimanfaatkan secara optimal, pasti akan memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi kehidupan manusia sendiri. Dalam kaitan inilah, aku yakin slogan tersebut ditujukan: mengajak orang untuk menyadari pentingnya data spasial.
Di negara maju, data spasial sudah menjadi suatu komponen penting dalam aplikasi bisnis dan pemerintahan. Dan bahkan, saat ini manfaat data spasial sudah dapat dinikmati oleh individu dalam berbagai aplikasi pendukung aktivitas sehari-hari. Banyak sekali contoh penggunaan data spasial yang dapat ditemukan di internet. Dari sekedar pendukung gaya hidup (location aware lifestyle), sharing foto di internet, sampai dengan aplikasi emergency response untuk bencana kebakaran di Victoria Australia yang sampai saat ini masih terjadi. Terlalu banyak contoh untuk disebutkan satu persatu, dari yang sepele sampai dengan yang ’serius’. Dan bagaimana bermanfaatnya data spasial dalam kehidupan sehari-hari ini, silakan lihat sendiri berbagai aplikasi yang terdaftar dalam Applications for Democracy Contest yang diselenggarakan oleh iStrategyLabs. Luar biasa bukan?
Gambar: masternewmedia
Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)





Geotagged