The way Agus simply sees the world spatially

Hurray, Google latitude sends me to Singapore!

Bagi sebagian masyarakat Indonesia, mungkin Singapura merupakan tujuan wisata di luar negeri yang sangat menarik. Selain lokasinya yang relatif dekat, Singapura juga sangat terkenal sebagai negara yang memanjakan wisatawan yang datang untuk berbelanja. Ditambah dengan kemungkinan di akses dari Batam, Singapura menjadi daerah tujuan jalan-jalan yang relatif murah, bagi golongan tertentu tentunya. Sayangnya, sampai saat ini akuaku belum termasuk dalam golongan tersebut. Hiks …

glatituteEiittt … tunggu dulu. Hari ini aku ternyata bisa juga jalan-jalan di negeri Singa ini lho. Dengan biaya yang sangat murah lagi. Tertarik? Gampang sekali caranya. Terus terang bisa dikatakan kalau aku tidak mengeluarkan serupiah pun untuk sampai di sana. Pada kira-kira jam 16.00 WIB tadi, aku terlacak “jalan-jalan” di Dhoby Ghaut, salah satu terminal utama Singapore Mass Rapid Transportation yang terletak di ujung selatan Orchard Road. Nah lho .. bicara tentang nama jalan tersebut, apa yang terlintas di benak Anda?

Lalu bagaimana kok aku bisa sampai ke sana? Google Latitude-lah yang “membiayaiku”. Bos Google Latitude ini adalah sebuah aplikasi location sharing yang terintegrasi dengan Google Map dan dapat mem-publish posisi pengguna berdasarkan input manual (di peta) maupun input otomatis secara live (live tracking). Terus terang aku sendiri juga tidak tahu mengapa aku bisa muncul di Singapura saat aku tidak meng-update posisi secara manual, sedangkan GPS-ku pun sengaja aku matikan untuk menghemat baterai. Dengan kata lain, kemunculanku di negeri tersebut ternyata masih sebatas impian dan hasil dari ketidakakurasian aplikasi Google Latitude.

Aku cuma membayangkan bagaimana jika ada teman-temanku di Singapura, -yang telah setuju untuk sharing lokasi di aplikasi ini,- mendapatkan informasi tersebut di ponsel mereka dan kemudian datang ke lokasi yang diberikan oleh Google Latitude untuk menyambutku secara diam-diam. “Surprise! Anda tertipu”.

Kesimpulannya, berhati-hatilah … Teknologi hanyalah buatan manusia.

Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style) Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)

  • Share/Bookmark

Related Posts


Tagged as: , ,

Quote selected text

 

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes