Privasi dalam aplikasi jejaring sosial berbasis lokasi (3)
Berdasarkan pikiran sederhanaku di atas, mungkin sekali bukan kalau orang yang tidak bertanggung jawab dapat menggunakan informasi lokasi tersebut untuk kepentingan yang melanggar privasi orang lain (si pemilik informasi)? Lalu digunakan untuk apa ya informasi tersebut? Dan mengapa kita harus hati-hati? Jika kita tidak mempunyai sesuatu yang perlu disembunyikan, mengapa harus begitu concern-nya pada location privacy (hak individu untuk mengontrol informasi mengenai lokasi personal mereka)?
Terkait dengan pertanyaan-pertanyaan di atas, ada satu kalimat terkenal mengenai privasi. Pendiri dan boss Sun Microsystems, Scott McNealy mengatakan: “You have zero privacy anyway, get over it!” Hahaha … mungkin karena semakin canggihnya teknologi yang dapat digunakan untuk membongkar privasi lokasi kita atau juga karena norma masyarakat yang semakin menomor tujuhbelaskan privasi.
Akan tetapi, walaupun, sebagai contoh, internet telah mengkondisikan privasi lokasi sebagai sesuatu norma yang longgar di masyarakat, masih dipercaya bahwa perlindungan privasi lokasi masih penting, paling tidak untuk jangka pendek ke menengah. Resiko-resiko dari kurangnya privasi lokasi bervariasi mulai dari gangguan seperti location based spam (contoh: karena kita memasuki/mendekati wilayah tertentu, kita tiba-tiba menerima iklan yang dikirim langsung ke hand phone kita tanpa kita pernah meminta atau menyetujui sebelumnya) sampai dengan isu keselamatan yang serius seperti serangan fisik. Kok bisa ya?
Informasi lokasi merupakan informasi yang unik yang menginformasikan lokasi seseorang. Dari informasi ini berbagai informasi turunan dapat ketahui dengan cara menjadikan informasi lokasi sebagai basis inferensi. Ketika X suka mem-publish posisi/lokasinya secara real time melalui aplikasi location sharing maka, contoh:
- Orang lain akan dapat mengetahui rumah, kantor, dan jalur perjalanan yang biasa dilalui oleh X setiap hari. Seandainya ada yang bermaksud jahat, maka tanpa perlu melakukan pengintaian yang harus dilakukan berhari-hari sebagaimana dalam film-film, maka dengan mudah orang tersebut dapat mencelakai X;
- Dengan memperhatikan konsep autokorelasi spasial, afiliasi politik X dapat dideduksi, misalnya karena dia bertempat tinggal di kantong-kantong basis partai tertentu atau karena posisi X yang ada di suatu lokasi dimana sedang dilakukan kampanye partai tertentu;
- Karena secara teratur diketahui lokasi X yang berada di RS atau dokter spesialis tertentu, maka akan diperoleh informasi kesehatan X. Begitu juga jika diketahui secara teratur X berada di cafe, bioskop, mal ataupun tempat-tempat tertentu, akan dapat diketahui hobi X;
- Jika diketahui X berada di tempat tinggal Y yang berlainan jenis, wah … bahaya nih!
- Dan lain-lain.
Nah lho ….? Terus bagaimana dong?
Gambar: vaspers the grate
Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)





Geotagged