The way Agus simply sees the world spatially

Privasi dalam aplikasi jejaring sosial berbasis lokasi (4)

Setelah mengetahui beberapa contoh konsekuensi dari aplikasi sharing lokasi seperti yang akuaku sampaikan sebelumnya, pertanyaan yang kemudian muncul adalah “amankah aplikasi jenis ini?”.

Tentunya jawabnya adalah tergantung pada kita dan siapa kita sendiri. Maksudnya adalah tentu saja seberapa penting dan seberapa rentan jika lokasi kita diketahui oleh orang lain. Dalam hal ini, contoh ekstrimnya adalah kerentanan yang jelas berbeda antara informasi lokasi dimana aku berada dari waktu ke waktu dengan informasi lokasinya SBY, atau Barack Obama misalnya.

Selain itu juga tergantung bagaimana cara kita menggunakan aplikasi itu sendiri. Karena pada umumnya sharing lokasi merupakan “transaksi” dua belah pihak, satu meng-invite satu meng-approve, ada baiknya kalau kita memperhatikan hal-hal sebagai berikut pada saat kita menggunakan aplikasi location sharing:

  1. Pelajari Privacy Policy dari aplikasi yang akan kita gunakan. Apakah penyedia aplikasi tidak menggunakan informasi kita untuk kepentingan lain, apakah aplikasi tersebut menyediakan pilihan level of detail posisi kita yang dapat kita atur, apakah kita dapat mengkontrol dengan siapa kita melakukan sharing lokasi, apakah kita dapat mengkontrol siapa yang dapat melihat status dan lokasi kita;
  2. Hanya share lokasi kita dengan teman yang memang benar-benar kita kenal dan percayai;
  3. Apabila memperoleh ‘undangan’ sharing lokasi melalui mobile, yakinkan bahwa nomer telepon tersebut adalah benar-benar nomor telepon teman kita. Jika ‘undangan’ dilakukan melalui web, yakinkan bahwa memang pengundang tersebut adalah teman kita;
  4. Jangan mem-publish informasi pribadi penting kita (nomor telepon, alamat, dll) di public profile;
  5. Jika perlu, nama lengkap dan alamat email pun hanya di-publish untuk teman-teman yang memang telah kita yakini ‘kadar ketemanannya’.

Sehubungan dengan pengamanan privasi ini, sebenarnya terdapat suatu teknik yang sudah umum digunakan oleh berbagai penyedia jasa sharing lokasi yang disebut dengan obfuscation. Obfuscation adalah suatu teknik menyembunyikan informasi lokasi yang sesungguhnya dengan cara menurunkan kualitas data lokasi sehingga mengaburkan presisi ataupun akurasi lokasi seseorang.

obfuscationDengan teknik ini, sebagaimana diilustrasikan dalam gambar, posisi sesungguhnya dari seseorang dapat di-share kepada orang lain dengan cara memberikan informasi lokasi yang “kurang akurat” ataupun hanya memberikan informasi area dimana seseorang tersebut berada. Sebagai contoh, ketika sesungguhnya kita sedang asyik menonton sepakbola persis di tribun samping barisan depan Stadion Utama Senayan, teknik ini dapat menginformasikan posisi kita di Slipi (inaccuracy) ataupun di area Gelora Senayan, di Kelurahan Senayan, atau bahkan di Jakarta (imprecision). Dalam prakteknya, pilihan degradasi presisi lokasi ini diaplikasikan dalam pengaturan setting level of detail yang dapat dikontrol oleh pengguna.

Masih tertarik menggunakan aplikasi location sharing?

Gambar: suwaprecision

Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style) Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)

  • Share/Bookmark

Related Posts


Tagged as: , , , ,

Comments

Trackbacks

There are no trackbacks


Quote selected text

 

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes