The way Agus simply sees the world spatially

SDI series (9): SDI dan pembangunan berkelanjutan

Konferensi PBB di bidang lingkungan dan pembangunan yang dilaksanakan di Rio de Janeiro 1992 merupakan momentum global untuk mengimplementasikan konsep pembangunan yang berkelanjutan (sustainable development) dalam setiap pengambilan keputusan pemerintah. Konsep ini disetujui oleh 179 negara dengan framework yang selanjutnya dikenal sebagai Agenda 21 dengan tujuan umumnya untuk meningkatkan dan merestrukturisasi proses pembuatan kebijakan sehingga pertimbangan-pertimbangan sosio-ekonomi dan isu-isu lingkungan dapat diintegrasikan secara penuh serta menjamin partisipasi masyarakat  yang luas dalam pengambilan kebijakan tersebut[1]. Dari dokumen konferensi tersebut dapat disimpulkan bahwa pembangunan berkelanjutan adalah pembangunan yang mensinergikan antara dimensi ekonomi dan sosial dengan pengelolaan dan konservasi sumber daya. Dengan kata lain, pembangunan berkelanjutan adalah suatu pola penggunaan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan tetapi pada saat yang bersamaan juga melestarikan lingkungan alam sehingga kebutuhan dapat dipenuhi bukan hanya pada saat ini tetapi juga untuk masa depan.

Terkait dengan hal itu, tantangan untuk menyeimbangkan kompetisi kebutuhan ini memerlukan akses kepada informasi yang relevan dan akurat dalam bentuk yang interaktif siap digunakan. Dalam hal ini SDI dapat memainkan peran penting dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan tersebut. Feeney dkk[2] menyatakan bahwa pembangunan berkelanjutan membutuhkan pengambilan keputusan yang multi kriteria didasarkan pada infrastruktur informasi yang reliable untuk mengelola lingkungan, hak-hak sosial dan ekonomi, restrictions and responsibilities, serta penyediaan data spasial untuk memfasilitasi proses pengambilan keputusan (lihat gambar bagian kiri). Sejalan dengan pendapat tersebut, Ting dan Williamson[3] juga menguatkan bahwa infrastruktur data spasial, sebagaimana halnya good governance, adalah pondasi yang sangat penting untuk mengelola tensi antara isu-isu ekonomi, sosial, dan lingkungan (lihat gambar bagian kanan).

sdisustdevt

Gambar: geography all the way

Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style) Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)

  1. UNDESA 2005, Agenda 21, Division for Sustainable Development, United Nations Department of Economic and Social Affairs, http://www.un.org/esa/sustdev/documents/agenda21/english/agenda21toc.htm []
  2. Feeney, M. F., Rajabifard, A., Williamson, I. P. 2001, ‘Spatial Data Infrastructure Frameworks to Support Decision-Making for Sustainable Development’, Proceeding in 5th Global Spatial Data Infrastructure Conference, 21-25 May, Cartagena de Indias, Columbia []
  3. Ting, L., Williamson, I. P. 2000, ‘Spatial Data Infrastructures and Good Governance: Frameworks for Land Administration Reform to Support Sustainable Development’, Proceeding in 4th Global Spatial Data Infrastructure Conference, 13-15 March, Cape Town, South Africa []
  • Share/Bookmark

Related Posts


Tagged as: , , , ,

Comments

  • Hendri TW stated:

    Good idea, kita syukuri masih ada alumni pbb yang peduli dan mau share ttg spasial kita. Dalam kenyataan sekarang memang ada keengganan personal pajak untuk mengoptimalkan penggunaan spasial kita.

Trackbacks

There are no trackbacks


Quote selected text

 

Get Adobe Flash playerPlugin by wpburn.com wordpress themes