GPS doomsday 2010?
Tentunya pengguna Global Positioning System (GPS) masih ingat hebohnya dunia per-GPS-an beberapa tahun yang lalu dikarenakan “ancaman” End of Week Rollover dan Y2K yang diyakini dapat mengganggu atau bahkan memberikan dampak negatif yang sangat signifikan bagi operasi GPS. Jika ancaman kedua, Y2K, yang terkait dengan sistem penanggalan komputer dapat diatasi dengan sukses sehingga pengguna GPS tidak sampai merasakan dampaknya, maka sebaliknya aku
yakin masih banyak pengguna GPS yang mengalami dampak EOW Rollover. Ketika sistem penanggalan GPS berulang setiap kira-kira 20 tahun (1024 minggu), maka setiap periode tersebut hitungan waktu minggu GPS akan di-reset kembali ke nol. Akibatnya, informasi yang diterima oleh receiver GPS menjadi tidak akurat. Masih ingat pengalamanku ketika melakukan survey GPS pada saat kejadian tersebut: data posisi yang diperoleh di GPS rover tidak bisa didiferensiasikan dengan data posisi di base station karena tidak ada overlap waktu pengambilan data. Satu receiver menyatakan tanggal waktu riil pengukuran, sementara yang lain menyatakan tanggal akuisisi sinyal sebagai Januari 1980 (entah rover atau base station yang salah aku sudah tidak ingat). Nah lho … Untungnya dengan upgrade software dan firmware receiver, permasalahan tersebut dapat dipecahkan walaupun harus kehilangan data yang telah dikumpulkan satu hari penuh.
Saat ini, dengan jenis yang berbeda, dunia per-GPS-an kembali menghadapi potensi problem gangguan sistem. Pada tanggal 7 Mei 2009 yang lalu, The US Government Accountability Office (GAO) mengeluarkan suatu report yang memperingatkan tentang tidak lancarnya usaha modernisasi GPS. Disebutkan bahwa program-program modernisasi yang direncanakan tidak berjalan sebagaimana mestinya dan menyatakan bahwa program satelit blok IIF sebagai weak link antara aspek stabilitas saat ini dengan kapabilitas sistem di masa mendatang. Akibatnya report ini juga meragukan apakah the US Air Force (salah satu pihak yang bertanggung jawab) akan mampu mengembangkan satelit-satelit baru tepat pada waktunya untuk menjaga layanan GPS dalam level seperti saat ini tanpa gangguan. Jika tidak, maka dikhawatirkan baik layanan GPS untuk militer maupun sipil dapat terganggu karena dipercaya bahwa kemungkinan besar pada tahun 2010, saat satelit-satelit tua mulai rusak, konstelasi GPS akan berkurang jumlah satelitnya, di bawah jumlah yang diperlukan untuk menyediakan tingkat service GPS yang dikomitmenkan oleh pemerintah AS.
Disebutkan dalam report tersebut bahwa berdasarkan data realibilitas dan jadwal peluncuran satelit terkini (Maret 2009), perkiraan probabilitas jangka panjang kemampuan menjaga konstelasi satelit minimal 24 satelit turun di bawah 95% pada tahun 2010 dan bahkan 80% pada akhir tahun 2014. Jika benar bahwa konstelasi satelit GPS yang beroperasi kurang dari 24 maka kemungkinan dampak yang dapat terjadi adalah:
- Respons cepat terhadap panggilan darurat 911 akan kehilangan akurasi terutama di daerah perkotaan dan lingkungan bergunung;
- Akurasi aplikasi militer (misil) akan berkurang memaksa penggunaan misil yang lebih besar/banyak untuk mendapatkan tingkat kesuksesan misi yang sama sehingga mengakibatkan meningkatnya resiko kerusakan sipil di sekitar lokasi konflik;
- Penerbangan antar benua mungkin akan mengalami gangguan delay, pembatalan, atau pengubahan rute penerbangan;
- Standard maupun precise positioning service (SPS dan PPS) akan mengalami gangguan (tidak tercapai) sehingga pengguna sipil baik profesional (misal surveyor) maupun amatir (misal pengguna jasa layanan berbasis lokasi melalui cell phone) akan terganggu khususnya di daerah bergunung, kota besar (urban area, yang biasanya banyak bangunan tinggi di dalamnya), dan daerah hutan.
Jika dampak pertama dan kedua mungkin tidak berhubungan langsung dengan kita yang tinggal di Indonesia, bagaimanakah dengan dua dampak terakhir? Selain itu jika AS telah mempunyai back up plan jika resiko dimaksud terjadi, bagaimanakah dengan pengguna GPS di Indonesia? Memang benar bahwa Global Navigation Satellite System (GNSS) tidak hanya GPS saja, masih ada Glonass dan Galileo misalnya, tetapi pernahkah Anda menemukan handheld atau cell phone yang dilengkapi dengan sistem tersebut? Any idea? Semoga wong-wong pinter sudah pada mikirin … *relieved*
Sumber: GPS World
Gambar: crackberry
Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)





Geotagged