Geo-marketing mix
Dalam tulisanku terdahulu, telah aku
singgung bahwa geomarketing dapat diaplikasikan dalam setiap aspek marketing mix - 4Ps: product, price, promotion, place. Walaupun kemudian tidak aku acukan pada komponen-komponen marketing mix tersebut, telah aku berikan sebelas, atau sepuluh, contoh aplikasi geomarketing. Dari contoh-contoh tersebut, ada satu contoh aplikasi yang sebenarnya sangat umum tapi justru tidak aku tulis di antara kesepuluh contoh tersebut. Kalau contoh nomor 1 adalah “Penentuan siapa dan dimana lokasi konsumen”, maka yang terlewatkan adalah “pemberitahuan lokasi bisnis kepada konsumen”. Pernahkah Anda mengakses suatu layanan berbasis lokasi yang dengan otomatis akan memberitahukan lokasi-lokasi hotel, teater, restauran, atau pompa bensin di sekitar lokasi Anda? Pernahkah ketika Anda memasuki daerah tertentu, tiba-tiba muncul pesan di telepon seluler Anda: “Selamat datang di wilayah X. Silakan nikmati lezatnya burger kami di gerai Mat Donal terdekat dengan lokasi Anda: MD A, MD, B, atau MD C. Terima kasih“. Walah … lha kok ga fokus ke judul to yo?
Aplikasi GIS dalam setiap area marketing dapat dilihat dari sudut pandang interaksi antara demografi, ruang, dan waktu. Dalam hal keputusan marketing yang terkait dengan produk, salah satu area yang dipengaruhi oleh interaksi ketiga faktor di atas adalah product diffusion (product life cycle, dan perkiraan permintaan adalah contoh lainnya). Dengan mengingat bahwa kesamaan karakteristik demografi, ekonomi, dan kondisi sosial mempunyai pengaruh yang besar dalam proses adopsi suatu produk baru, penambahan faktor geografis dan waktu dalam analisis difusi tersebut merupakan suatu area aplikasi geomarketing. Selain memberikan peta difusi antar waktu, dari implementasi tersebut dapat diketahui pola adopsi suatu produk baru dan kemampuan untuk memprediksi pola yang akan datang berdasarkan data masa lalu tersebut. Dalam hal ini jangan pula dilupakan hukum geografi yang menyatakan bahwa “Everything is related to everything else, but near things are more related than distant things“. Konsumen yang berdekatan akan saling mempengaruhi pola konsumsi, menghasilkan kesamaan pola konsumsi dalam suatu lingkungan bertetangga. Lebih lanjut pola tersebut dapat dikelompokkan berdasarkan pola konsumsi maupun lokasinya. Aplikasi analisis segmentasi konsumen bisa dilihat secara online di sini.
Secara teoritis, strategi pricing adalah sesuatu yang sangat kompleks terkait dengan sifat kompetisi yang sulit diprediksikan maupun respons konsumen yang susah dimengerti. Dalam hal ini, geomarketing tidak secara khusus membantu meningkatkan prediktabilitas aksi kompetisi terkait pricing, namun dapat meningkatkan kemampuan memahami respons konsumen terhadap harga sehingga dapat meningkatkan strategi pricing. Sebagaimana product diffusion, dengan mengurangi level agregasi data yang diteliti, pemahaman konsumen dapat lebih dipahami.
Metode-metode yang paling umum dalam strategi promosi adalah personal selling, iklan, promosi penjualan, direct marketing, public relation, dan internet marketing. Berbeda dengan area marketing lainnya, demografi merupakan inti dari strategi promosi. Dengan memahami demografi dan memadukannya dengan informasi geografis akan meningkatkan kualitas promosi apapun strategi promosi yang dipilih. Dengan mengetahui pola konsumsi atau group konsumen, marketer dapat menentukan secara tepat media promosi, lama waktu pemasangan iklan, target promosi bagi konsumen baru/potensial, dan lain-lain.
Sebagaimana halnya nama strateginya, place – dimana produk dapat dibeli, area marketing ini merupakan area dimana geomarketing banyak diimplementasikan. Mulai dari aplikasi-aplikasi penentuan posisi, pemantauan kendaraan-kendaraan distribusi, pemantauan cabang retail, penentuan rute distribusi, penentuan struktur distribusi, penentuan lokasi cabang baru, dan lain-lain.
Panjang … lebar … tapi masih belum memberikan contoh riil bagaimana geomarketing ini dilakukan ya? Sabar dan tunggu tanggal mainnya…. :p
Dari berbagai sumber, mostly: Viswanathan, N.K. 2005, ‘GIS in Marketing’ in Pick J.B. (ed), Geographic Information Systems in business, Idea Group Publishing, London
Gambar: datagis
Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)





Geotagged
There’s a wealth of information here. I’ll be back again.
I liked it. So much useful material. I read with great interest.
Good article. Very well written
Andy, a very interesting post thanks for writing it!
Interesting and informative. But will you write about this one more?
Weleh.. weleh.. kayaknya kok banyak spam ya? Gimana cara antisipasinya ya? Hiks …
Informasi yang menarik.Kami punya informasi untuk marketing perusahaan minuman yang telah memanfaatkan sig.Akan lebih menarik jika ditampilkan contoh riil.
Kami juga sudah mengembangkangkan sistim yang telah diisi dengan beragam data untuk pengambilan kebijakan,mencakup seluruh Indonesia.
Terima kasih. Memang banyak sekali contoh yang bisa diangkat mengenai penggunaan SIG untuk berbagai kebutuhan. Mungkin Ibu bisa memberikan link perusahaan minuman tsb di sini sbg informasi. Sebenarnya saya juga punya rencana memberikan contoh, tp masih mencari topik yg agak beda. Sekali lagi terima kasih