“Memetakan” program 100 hari KIB II
Kurang lebih sudah satu bulan berlalu sejak SBY mengumumkan 15 program prioritas yang akan dikerjakan dalam 100 hari pertama pemerintahannya. Entah karena aku
tidak pernah menonton TV, mendengarkan radio, atau baca koran, sepertinya belum pernah aku temukan berita-berita tentang implementasi program-program tersebut di lapangan. Entah juga mungkin karena media lebih memilih meng-cover berita-berita perseteruan dua lembaga penegak hukum yang jelas ber-rating tinggi, sampai saat ini sepertinya program-program penjabaran para bawahan presiden masih sepi-sepi saja, belum terekspos ke media (atau karena ketidaktahuanku tadi?). Apalagi saat aku berharap adanya respon dari institusi pemerintah atau pun swasta yang bergerak di bidang data atau teknologi spasial dalam bentuk lontaran ide-ide program spatial based, memanfaatkan dan mengoptimalkan data spasial.
Mundur beberapa bulan sebelumnya, untuk menanggulangi resesi ekonomi di negaranya, Obama meluncurkan program-program stimulus ke dalam ekonomi Amerika Serikat. Segera setelah rencana tersebut dilempar ke publik, berbagai kalangan dari komunitas spasial seperti berlomba-lomba untuk mengajukan ide dan usulan program sebagai respon atas rencana stimulus tersebut. Hal yang identik juga dapat ditemukan ketika program sejenis diluncurkan di Australia.
Terkait kembali dengan program 100 hari pemerintahan SBY, jika dicermati dari 15 program prioritas yang diajukan, sesungguhnya terdapat beberapa program yang secara langsung maupun tidak langsung bersinggungan dengan pemanfaatan data spasial dalam artian dapat dioptimalkan dengan pemanfaatan data spasial. Mari kita lihat apa saja program yang aku maksud tersebut.
- Meningkatkan Produksi dan Ketahanan Pangan. Untuk mengetahui berapa kapasitas produksi pangan kita, terutama dari sektor pertanian, berbagai data akurat harus tersedia. Data luas lahan pertanian adalah satu contoh sederhana yang diperlukan selain tentunya data jenis tanaman pangan, produksi, kebutuhan benih, pupuk, irigasi, dan lain-lain yang terkait yang dapat digunakan sebagai bahan analisis tentang produksi pangan tersebut. Dan ketika berbicara tentang analisis spasial, maka sampai saat ini peta merupakan bahan dasar analisis yang paling penting.
- Pembenahan Penggunaan Tanah dan Tata Ruang. Untuk program yang satu ini, aku kira tidak perlu diberikan contoh pun kita dapat secara gamblang menarik benang merah di mana signifikansi kedudukan data spasial. Dengan memanfaatkan data spasial, maka perencanaan dan monitoring penggunaan tanah maupun tata ruang dapat dilakukan secara optimal.
- Membangun Infrastruktur. Sebagaimana halnya pemanfaatan data spasial di bidang lainnya, dalam program ini data spasial akan memberikan informasi yang lebih kaya dan dapat digunakan dalam fase perencanaan, implementasi, dan monitoring pembangunan infrastruktur, maupun pemeliharaan infrastruktur yang telah selesai dibangun. Artikelku sebelumnya mungkin dapat memberikan gambaran umum tentang hal tersebut.
- Mengelola Perubahan Iklim dan Lingkungan Hidup. Dalam program ini, fokus pemerintah adalah pemeliharaan hutan sebagai bentuk kontribusi Indonesia dalam pengelolaan perubahan iklim dan pemanasan global. Upaya pemberantasan pembalakan liar, upaya cegah kebakaran dan pembakaran hutan, dan pemeliharaan hutan-hutan lindung akan dapat dilakukan secara efektif dengan bantuan data spasial.
- Peningkatan Kesiagaan Penanggulangan Bencana. Sampai tingkat tertentu, data spasial dapat digunakan untuk memprediksi gejala alam yang sangat berguna dalam penanggulangan bencana, misal prediksi cuaca, pemetaan lokasi rawan bencana dan lain-lain. Di sisi lain, data spasial juga sangat bermanfaat dalam analisis post disaster, seperti cakupan bencana, penduduk yang terkena dampak bencana, kalkulasi kerugian, dan lain-lain.
Dari kelima program prioritas di atas, apabila kita cermati tentang siapa atau instansi apa yang bertanggungjawab untuk menjabarkan amanat presiden, ternyata terdapat lebih dari satu instansi yang berwenang. Dan tentu saja, kemungkinan besar instansi-instansi tersebut tidak mempunyai core business di dalam pembuatan data spasial. Mempertimbangkan potensi data spasial dalam implementasi berbagai program prioritas di atas, mengapa tidak ada inisiatif dari komunitas data spasial kita untuk memposisikan data spasial lebih tinggi? Lebih berkhayal lagi, mengapa tidak ada usulan “AKSELERASI PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR DATA SPASIAL NASIONAL” sebagai prioritas ke-16?
Picture: indonesiaurbanstudies
Translate to English (the translation quality highly depends on my Indonesian style)





Geotagged
Saya sangat sependapat,malah menurut saya hampir semua ‘program 100′ hari dapat dikaitkan dengan data spasial.Misalnya.terkait dengan pendidikan dan kemiskinan juga perlu dikaitkan dengan lokasi ruang.
Dalam program OBAMA pada saat akan dilantik,saya agak lupa ada lebih dari 2 program, diantaranya swasta sudah memasukkan program peningkatan ekonomi yang dikaitkan dengan spasial.